Kab. Bekas : Bersiaplah atau Tergilas!

Standar

Kunci dalam setiap perubahan itu adalah SUMBER DAYA INSANI. Kerap dikenal juga sebagai SDM. Sumber daya manusia. Selain SDA. Sumber Daya ALAM, SDI punya peran yang lebih penting. Manusianya gitu lhooo….
Perubahan wilayah di Bekasi Utara harus diletakan proporsional dengan peningkatan kualitas manusianya. Jangan sampai gelombang perubahan menjadi alat gilas bagi manusianya. Itu karena manusianya mau digilas. Istilahnya, tikus mati di lumbung padi. Salah sendiri jadi tikus. Jangan mau jadi tikus….. Ya gak!

Siiip……semua pasti setuju dengan dua alinea di atas. Yang masih binun adalah darimana mulai. Bagaimana detail desainnya. Programnya seperti apa dan targetnya bijimana, eh, bagaimana. [sorry mestinya pake tanda tanya, berhubung lap top saya gak bisa tandatanya ya gak bisa deh…]
Nah, sebelum blue print makro desain pola kualitas manusia orang BEkasi Utara, saya mulai dari yang lagi hot di Bekasi Utara. Rencana Pelabuhan Internasional di Hurip Jaya, Kec. Babelan, kab. Bekasi. Salah satu yang dilakukan oleh ALU (ALIANSI UTARA). ALU adalah NGO yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat.
“Ya. Benar…dalam rangka menghadapi perubahan, ALU memobilisir masyarakat setempat untuk bersiap-siap……” ujar Sanusi Nasihun. “Mereka bergabung menjadi relawan….dan di lapangan bekerjasama dengan Pemerintah setempat…..” imbuhnya.
“Kita berharap relawan ini menjadi tulang punggung perubahan di Bekasi Utara. Bukansekadar cari kerja. Walaupun memang ada 10 ribu tenaga kerja yang nanti akan diserap di Pelabuhan…..” katanya.
Persiapan SDI menghadapi perubahan ini juga disampaikan Ir. Budyanto, Anggota DPRD Kab. Bekasi. Sebagai legislative, DPRD sudah memberikan payung hukum berupa kewajiban untuk menyiapkan 30% minimal tenaga kerja untuk masyarakat setempat di segala lini. Hal itu terungkap dalam dialog pagi di Radio DAKTA 107 FM, Rabu7 april 2010. “Kita tidak mau apa yang terjadi di CIkarang, kembali terulang di Bekasi Utara. Di cikarang, masyaraat setempat mengalami cultural shock dan mereka terpinggir,” katanya.
Dialog itu sendiri menghadirkan saya, Komarudin Ibnu Mikam sebagai Litbang ALU sekaligus Sekjen P2KB (Panitia Persiapan Pemekaran Kab. Bekasi), Pak Budy dan diandu oleh Mbak Syifa dan Yola Damayanti.
Dalam kesempatan itu, saya nyatakan ada sejumlah variable yang harus dipersiapkan agar orang Utara sanggup menaklukan gelombang perubahan. Yakni, Legalitas konstitusional, Dukungan proaktif dari eksekutif serta peningkatan profesionalisme orang Bekasi Utara. “Payung hukum udah ada, tinggal kita nunggu proaktif dari eksekutif dan kinerja professional dari masyarakat……” kata saya.
Bagaimanapun perusahaan itu berlandaskan pada asas professional. Mungkin untuk level operator da helpers, bisa. Tapi, kalau level manager ke atas. Yang kelasnya udah ekspert, gak bisa lagi mengandalkan bahwa karyawan itu harus dari masyarakat local. “Disinilah pentingnya, orang Bekasi Utara harus bersiap diri…..”
Bila tidak, bersiaplah kita akan digilas pembangunan…! [kim]

Peta Kab. Bekasi UtaraRelawan ALU, Bersiap diri....!

slogan ALIANSI UTARA

Iklan

3 pemikiran pada “Kab. Bekas : Bersiaplah atau Tergilas!

  1. Ass. wr.wb
    Bang Komar Ibnu Mikam : Kapan sih mulai dibangun pelabuhan, isunya udah kemana-mana tapi belum ada tanda-tanda dilapangan.
    Dan jalan lintas utaranya mana, kapan mulai dibangun?
    Kabari dong bang perkembangannya…
    “SEMOGA KAB. BEKASI BAGIAN UTARA CEPAT MAJU”
    slmat berjuang.
    Terima kasih Bang Komar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s