BANJIR MUARA GEMBONG : LURAH PANTAI MEKAR DESAK PENYELESAIAN PERMANEN

Standar

A17

Muara Gembong adalah ironi. Republik ini sudah sekian tahun merdeka.  Namun Muara Gembong belum merdeka. Hampir setiap tahun, kecamatan paling Utara Kabupaten Bekasi ini selalu saja dipenjara oleh banjir. Sejak sepuluh hari yang lalu. Saat hujan turun seperti ditumpahkan dari langit. Bersamaan dengan datangnya rob. Diperparah kemudian dengan jebolnya 460 meter tanggul sungai Citarum. Nyatalah kemudian, warga di semua desa di Muara Gembong terpasung oleh air. Banjir!

“Warga saya sudah terkepung oleh air sejak sepuluh hari yang lalu,” lantang suara Lurah Darman, Kepala Desa Pantai Mekar. Suaranya meninggi. Menyiratkan emosi tak tertahankan dari derita warganya. “Pantai Mekar diapit dua sungai: Citarum di depan dan di belakang Ciherang. Dua-duanya meluap. Apa yang bisa kami lakukan?” katanya. Setengah pasrah. Setengah marah. Setengahnya lagi menangis. Itu yang terasa dari kalimat dmei kalimat sang pemimpin desa ini.

Lurah Darman wajar emosi. Disertai tanggungjawab yang besar. Ia prihatin. Teramat prihatin melihat warganya yang mencari nafkah dengan mencari ikan dan menjualnya, tidak bisa membawa hasil tangkapan dengan menggunakan sepeda motor. Karena derasnya arus tepat di tanggul yang jebol. Dan tingginya air di jalan yang bisa mencapai 60-70 cm. ketinggian yang cukup bikin busi basah kuyup. Motor pun mogok.  “Sawah-sawah kami ludes. Tambak-tambak kami meluap. Bandeng kabur kemana-mana. Udang yang diharapkan bisa dipanen saat imlek, lenyap semua.” Tambahnya.

Ia memprihatinkan pola pembangunan yang tidak komprehensif dan harmoni dengan alam. Menurutnya, sungai Ciherang itu saluran pembuangan dari enam anak sungai di Cikarang dan sekitarnya. Sayangnya kemudian, pembangunan perumahan dan kawasan industri di Selatan membuat tanah di sana tidak bisa lagi menyerap dan menyimpan air. Seluruh air yang jatuh menggelontor turun ke Muara Gembong.  Sementara rob membuat air tidak bisa beranjak ke laut. Mendanau di rumah-rumah penduduk.

“Kami menuntut penyelesaian yang permanen dari Pemerintah kabupaten Bekasi. Kami punya hak atas kemerdekaan dan kenyamanan dalam hidup sesuai dengan visi kita bernegara yakni mensejahterakan kehidupan umum. Bagaimana mau sejahtera bila semua usaha kami ludes oleh air,” ujar Darman. Ia mengusulkan pemerintah kabupaten untuk menata daerah resapan di Selatan dan membangun irigasi atau kali-kali kecil di Utara menjadi sirkulasi air ke laut.

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “BANJIR MUARA GEMBONG : LURAH PANTAI MEKAR DESAK PENYELESAIAN PERMANEN

  1. Itulah pentingnya kepekaan warga dalam memilih wakil rakyatnya di pemerintahan, harus jujur dan berwibawa dan jangan terbawa propaganda parpol. Jujur. tidak banyak obral janji, dan berperilaku baik.
    Contoh sederhana jika pada saat kampanye saja pakai artis dangdut vulgar, apa pantas wakil rakyat seperti itu dipilih? tidak kan. tapi pada kenyataannya masyarakat banyak yang lebih memilih parpol yang seperti ini. meninggalkan akidah dan kaidah agama yang jelas-jelas untuk kebaikan umat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s